Tuesday, 20 September 2016

ISTANA KADRIAH KESULTANAN PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT

Istana Kadriyah Kesultanan Pontianak terletak di Jl. Tanjung Raya No.1, Dalam Bugis, Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243.


Peta Lokasi tempat wisata di Kalimantan Barat

Istana kadriah merupakan bangunan Istana peninggalan kesultanan Pontianak. Istana yang keseluruhan materialnya terbuat dari kayu ini dibangun pada tahun 1771 oleh Sultan  Syarif Abdurrahman Alkadrie, seorang putra ulama keturunan Arab Hadramaut dari Kerajaan Mempawah, pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami Pontianak (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadriah.

Bangunan Istana Kadariah ini sangat mencirikan gaya melayu, terutama dari warna kuning yang mendominasi. Dalam budaya Melayu, warna kuning melambangkan kejayaan dan budi pekerti. Di bangunan depan istana terdapat sebuah tulisan arab bertuliskan Istana Kadriah.
 Di halaman depan istana dijaga oleh sebuah meriam berwarna kuning. Istana ini memiliki arsitektur bergaya budaya Melayu berupa rumah panggung. Istana ini tampak sederhan dari luar, tapi saat anda memasukinya, anda akan melihat kejayaan Melayu di masa lalu. Walaupun terbuat dari kayu, istana ini memiliki empat tingkat dan luasnya tidak kalah dengan keraton dan istana lain. Jika dilihat dari depan, maka anda hanya akan menemui sebuah gerbang rumah besar yang sederhana. Jika dilihat dari samping, maka anda akan menemukan betapa besarnya sebenarnya Istana Kadriah.
 Pada bagian depan, tengah istana terdapat anjungan, sebuah ruangan yang menjorok ke depan yang dulunya digunakan Sultan sebagai tempat peristirahatan atau untuk sekedar menikmati keindahan pemandangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Masih di ruangan ini, pengunjung juga dapat melihat  genta,  sebuah alat yang dulunya dipakai untuk penanda adanya marabahaya. Pada aula utama keraton ini juga terdapat cermin antik dari Perancis yang oleh masyarakat setempat disebut “kaca seribu”. karena bayangan anda akan dipantulkan sangat banyak oleh cermin di seberangnya. Cermin ini juga termasuk salah satu barang paling berharga di dalam Istana Kesultanan Kadarian dan menjadi daya tarik tersendiri untuk istana ini. Disini juga anda akan menemukan berbagai hiasan khas kerajaan seperti guci-guci mewah, dan juga foto peninggalan keluarga sultan, anda bisa membayangkan orang-orang dalam foto tersebut tinggal di istana ini, membaca sejarah hidup mereka sekaligus membaca sejarah berdirinya kota Pontianak. Di ruangan utama ini juga anda akan disambut dengan dua singgasana untuk raja dan ratu yang dihiasi tirai-tirai berwarna kuning cerah dengan warna kursi singgasana yang juga kuning cerah.Keraton Kadriah juga masih memiliki koleksi benda- benda bersejarah yang cukup lengkap seperti beragam perhiasan yang digunakan secara turun temurun, benda-benda kuno, barang pecah belah, foto keluarga Sultan dan arca- arca.







No comments:

Post a Comment

nnpz','_tapgmz');