Showing posts with label TAMASYA. Show all posts
Showing posts with label TAMASYA. Show all posts

Tuesday, 21 January 2020

DANAU BRATAN / BEDUGUL BALI

ENGLISH/INDONESIA

Danau Bratan terletak di daerah bedugul kabupaten Tabanan Bali. Seperti kita ketahui bersama pulau Bali adalah daerah tujuan wisata yang sangat terkenal hingga di seluruh dunia. Danau Baratan adalah danau terbesar kedua di Bali. letaknya sekitar 70 km dari Denpasar atau dari bandara ngurah rai. waktu yang dibutuhkan untuk berkendaraan dari denpasar sekitar 2,5 jam.

Lihat danau Bratan, Bali di peta yang lebih besar

Danau Bratan terletak pada ketinggian 1223 m, jadi hawanya sejuk dan nyaman. Jalan menuju Danau bratan sangat baik, melewati jalan yang berliku-liku dan mendaki dengan pemandangan alam yang sangat indah.
Di danau Bratan tersedia fasilitas parkir yang luas, ski air, parasailing, banana boat dan olahraga air lainnya. Selain itu disekitar danau Bratan terdapat pula obyek wisata taman hutan raya dan candi Ulun danu. Fasilitas penginapan juga tersedia disekitar danau Bratan. Dengan demikian danau Bratan adalah daerah wisata yang lengkap dan menarik, jadi jangan sampai ketinggalan , berkunjunglah ke Danau Bratan.

Peta lokasi danau Bratan/bedugul Bali. Klik Gambar untuk memperbesar











Thursday, 21 March 2019

MENGEJAR API BIRU KAWAH IJEN

Api biru keluar dari kompor gas, itu hal biasa. Tapi jika alam mengeluarkan api biru, maka itu hal luar biasa dan jarang ada. Hanya ada dua tempat di dunia ini yang memiliki fenomena alam Api biru atau Bluefire. Satu di Islandia dan satu di Kawah Ijen, Jawa Timur Indonesia.


Karena fenomena yang sangat langka ini, maka Blue Fire Kawah Ijen sangat terkenal di seluruh Dunia. Banyak turis dari berbagai negara di dunia berkunjung ke Kawah Ijen untuk Untuk mendapatkan dan menyaksikan Blue Fire Kawah Ijen


Namun untuk menyaksikan Ijen Blue Fire dibutuhkan usaha yang tidak sedikit. Ijen Blue Fire ini hanya terlihat di saat dini hari saja. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai hotspot bluefire dari gerbang pembelian tiket sekitar 2 - 3,5 jam, tergantung kondisi fisik pengunjung.



Grbang masuk kawasatan wisata Kawah Ijen

Pendakian dimulai dari gerbang tiket masuk kawasan wisata Kawah Ijen di Paltuding yang berada pada ketinggian 1.875 m dpl(di atas permukaan laut). Fasilitas yang ada di Paltuding berupa tempat parkir yang cukup luas, toilet, musholah, camping ground, penginapan dan kedai-kedai penjaja makanan dan souvenir.



Pos pemeriksaan tiket Kawah Ijen. Streetview by time together

Gerbang pendakian ke Kawah Ijen dibua mulai jam 01:00 dnihari. Sebelum melakukan pendakian Siapkan jaket dan sarung tangan untuk mengatasi hawa dingin. Sediakan masker/buff unuk perlindungan terhadap asap gas belerang yang keluar dari kawah. Jangan lupa juga membawa jas hujan, senter dan bekal makanan dan minuman secukupnya. Anda dapat juga membeli/sewa perlengkapan tersebut di sekitar gerbang.


Taksi gerobak Kawah Ijen

Pendakian ke Kawah Ijen hingga ke hotspot blue fire akan menempuh jarak sekitar 3,9 km, dengan perbedaan ketinggian elevasi sekitar 424 m. Tidak terlalu berat sebetulnya. Namun bagi orang yang fisiknya terbatas atau tidak terlatih akan terasa sangat berat. Anda tidak perlu khawatir karena saat ini tersedia taksi gerobak Kawah Ijen yang dapat mengantar anda hingga ke bibi Kawah Ijen. Taksi ini adalah gerobak untuk mengangkut belerang yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut orang. Problemnya adalah anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk menggunakan jasa taksi Kawah Ijen ini. Tarif yang ditawarkan kepada turis asing untuk jasa taksi Kawah Ijen naik dan turun lagi mencapai Rp 800.000. Anda bisa menawar tarif tersebut. Apalagi pada saat low season. Triknya adalah anda jangan kelihatan lemah dan butuh sekali menggunakan taksi Kawah Ijen tersebut. Jika pihak pengelola mengakmodasi ojek beroperasi mungkin biaya yang dibutuhkan turis jadi jauh berkurang dan pada ujungnya jumlah turis akan jauh meningkat.


Setelah melakukan pendakian sejauh sekitar  1,96 km pada ketinggian 2.186 m dpl anda akan menjumpai bangunan untuk penimbangan belerang. Bangunan tersebut juga digunakan sebagai warung yang menyediakan berbagai makanan dan minuman ringan. Di sini juga terdapat fasilitas toilet.

Foto bibir Kawah Ijen

 Anda akan terus melanjutkan perjalanan lagi menuju bibir Kawah Ijen sejauh 1,44 km. Bibir Kawah Ijen ini berada pada ketinggian 2.299 m dpl.  Taksi Kawah Ijen hanya mengantar anda sampai sini.


Selanjutnya anda akan melakukan perjalanan menurun dari bibir kawah menuju tambang belerang dimana hotspot blue fire berada sejauh 500 m. Bedak keinggian antara bbir kawah dan tambang belerang sekitar 134 m. Di sekitar tambang belerang banyak sekali keluar asap belerang yang cukup pekat. Di situlah masker diperlukan untuk melindngi pernafasan kita dari gas belerang yang cukup berbahaya jika terlalu banyak menghirupnya. Kami bersama turis lainnya sempat kalang kabut saat tiba-tiba ditrejang asap belerang. Kepanikan sempat melanda para pengunjung 😁😁😁


Video Ijen Blue Fire

Saat kami tiba di Tambang belerang sekitar pukul 03:048 dinihari, kami sempat bertanya-tanya karena karena blue fire tidak terlihat. Beberapa turis telah kembali ke atas dengan kecewa karena tidak mendapati dan menyaksikan blue fire. Kami putuskan untuk tetap menunggu. Hasil kesabaran kami akhirnya terbayar. Sekitar pukul 04:07 Blue Fire mulai keluar menampakan keindahannya. Hari itu blue fire hanya keluar di satu spot saja tidak seperti biasanya keluar di beberapa spot.


Video magnificent Ijen Crater

Puas menikmati Blue fire kami kembali ke bibir kawah. Karena waktu subuh hampir berakhir kami sempatkan shalat subuh diantara tambang belerang dan bibir kawah. Sebenarnya di bibir Kawah Ijen tersedia saung yang dapat digunakan untuk shalat. Sebaiknya anda tidak tergesa-gesa kembali. Karena pemandangan kawah ijen dari bibir kawah saat hari mulai terang sangat indah. Anda dapat menikmatipemandangan ciptaan Allah yang sangat luar biasa tersebut dan mengagumi kebesaranNya.




Peta Lokasi Kawah Ijen

Kota terdekat untuk menuju Kawah Ijen adalah Banyuwangi ataupun Bondowoso. Penginapan terdekat dari Paltuding sekitar 1/2 jam berkendaraan. Namun anda juga dapat langsung menuju Kawah Ijen tanpa menginap. Kondisi jalan menuju Paltuding dari Banyuwangi maupun Bondowoso cukup baik dan aman meskipun tengah malam. Ada beberapa pos pemeriksaan milik PTP maupun perhutani sepanjang perjalanan tersebut.


Foto di depan diorama Kawah Ijen

Jika anda telah tiba di Paltuding namun ada kendala hingga anda tidak bisa sampai di Kawah Ijen jangan terlalu bersedih. Di sekitar gerbang pemeriksaan tiket terdapat diorama Kawah Ijen yang sangat mirip dengan kondisi sebenarnya. Anda dapat berfoto didepannya seperti foto di atas. 😀😁😃.

Ayo tunggu apa lagi. Ayo datangi lokasi wisata dengan fenomena alam yang sangat langka. Selamat berkunjung.

Tuesday, 19 March 2019

WISATA DANAU SINGKARAK DARI RESTORAN PERMATA SARI

Danau Singkarak adalah Danau terbesar di propinsi Sumatra Barat. Sedangkan di Pulau Sumatra adalah danau terbesar ke tiga setelah danau Toba dan Danau Ranau. Untuk skala Indonesia, luas Danau Singkarak berada pada urutan ke 12.


Danau Singkarak memiliki luas permukaan air sekitar 107,8 km2 dengan ukuran panjang 21 km, lebar 7 km. Kedalaman maksimalnya mencapai 268 meter dengan volume air mencapai 16,1 km3. Danau Singkarak merupakan danau tektonik yang  berada di ketinggian 362 m. Terdapat berbagai jenis ikan yang hidup disini. Tapi yang kenal adalah ikan bilih, ikan khas endemik danau Singkarak. Ikan ini cukup unik, karena tidak bisa dibudidayakan dengan hasil yang bagus ditempat lain, hanya bisa di danau ini saja. Kalaupun bisa, rasanya cukup berbeda.
Selain ikan bilih, jenis ikan lainnya yang ada disini antara lain ; ikan asang/nilem, sasau, gariang, kapiek, gurame, mujair, sepat, gabus, dan ikan tilan.


Karena luasnya Danau Singkarak, maka sepanjang pesisir Danau banyak tempat-tempat yang dijadikan Hotspot wisata Danau Singkarak. Salah satunya adalah  Restoran Permata Sari.


Restoran Permata Sari lokasi persis di tepi danau Singkarak membuat tempat ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati keindahan Danau Singkarak sambil menikmati sajian menu yang tersedia di rumah makan tersebut. Kapal Wisata air juga tersedia di sana.

 

Rumah Makan Permata Sari terletak di Jl. Jenderal Sudirman, Tembok Kacang, X Koto Singkarak, Solok, Sumatera Barat 23711.
Teepon     : 0821-6970-1324

Peta Lokasi Restoran Permata Sari, Danau Singkarak

Monday, 18 March 2019

TUGU MACAN, KERSIK TUO, KAYU ARO, JAMBI

Tugu Macan dinamakan demikian karena bentuk tugunya memang seperti Macan atau Harimau. Tugu Macan merupakan gerbang masuk ke Gunung Kerinci yang merupakan salah satu habitat Harimau Sumatra. Mungkin itulah sebabnya maka didirikan Tugu Macan disana.


Pada awalnya Tugu macan berada di areal terbuka dikelilingi kebun teh di Kaki Gunung Kerinci. Namun pada saat kami berkunjung pada Agustus 2018, Tugu Macan tersebut telah dikelilingi pagar dan dibuat taman. Sayangnya pintu pagar terkunci sehingga kami tidak bisa masuk kedalamnya.







Berada pada ketinggian 1.510 m dan dikelilingi oleh kebun teh yang sangat luas membuat udara disekitar Tugu Macan terasa sejuk dan segar. Latar belakang gunung Kerinci yang menjulang tinngi membuat pemandangan di sekitar Tugu Macan sangat indah. Anda juga bisa berwisata sekitar kebun teh. Di sekitar Tugu Macan juga tersedia beberapa hotel dan Home stay. Ada juga rumah makan, bank, toko kelontong dan lain-lain.


Tugu macan berlokasi di Jl. Lintas Sungai Penuh - Padang No.16, Kersik Tuo, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi 37163.



Peta Lokasi Tugu Macan Kersik Tuo, Kayu Aro

Wednesday, 13 March 2019

DANAU DIBAWAH YANG MEMPESONA

Pada tulisan terdahulu telah dibahas mengenai tiga buah danau di Kabupaten Solok yang lokasiny berdekatan yaitu Danau Diatas, Danau Dibawah dan Danau Talang serta  segar dan indahnya Danau Diatas dari Masjid Ummi Alahan PanjangKali ini akan dibahas Danau Dibawah yang mempesona.



Danau ini dinamakan Danau Dibawah, karena letaknya berdekatan dengan Danau Diatas. Karena letak ketinggian Danau Dibawah lebih rendah dari Danau Diatas, maka Danau ini dinamakan Danau Dibawah. Kedua danau ini sering dinamakan Danau Kembar. Disebut Danau Kembar juga karena luasnya hampir sama. Salah satu spot yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan kedua danau tersebut sekaligus adalah di Taman Panorama Danau Kembar, Danau Diatas Danau Dibawah.


Peta Lokasi Danau Dibawah

Danau Dibawah terletak di kabupaten Solok propinsi Sumatera Barat, kecamatan Danau Kembar. Danau Dibawah tidak sulit diakses. Terdapat jalan alternatif  Solok - Alahan Panjang di kedua Sisi Danau. Menyisiri jalan tersebut anda akan mendapatkan pemandangan Danau Dibawah yang luar biasa indah dengan suasana pedesaan dan perkebunan sayur-sayuran.


Danau Dibawah  merupakan sebuah danau yang masuk kategori dalam, titik terdalam danau ini mencapai 886 meter. Danau Dibawah  terletak pada ketinggian 1458 m. Danau Diatas cukup besar, memiliki luas sekitar 16,9 km persegi. Panjang 5,62 km dan lebar 3,00 km. letaknya yang berada pada daerah ketinggian pegunungan, maka udara di sana cukup dingin. Sebaiknya anda siapkan baju hangat jika tidak tahan dingin.


Pemandangan danau dibawah sangat indah. Terletak di ketinggian, berhawa sejuk dan dikelilingi pegunungan bukit barisan. Di sekitar danau Dibawah juga terdapat beberapa hotel dan resort yang dapat digunakan jika anda ingin berlama-lama menikmati pemandangan di Danau Dibawah. So tunggu apa lagi. Silahkan berkunjung ke Danau Dibawah.





Monday, 11 March 2019

SEGAR DAN INDAHNYA DANAU DIATAS DARI MASJID UMMI ALAHAN PANJANG

Pada tulisan terdahulu telah dibahas mengenai tiga buah danau di Kabupaten Solok yang lokasiny berdekatan yaitu Danau Diatas, Danau Dibawah dan Danau Talang. Kali ini akan dibahas segar dan indahnya Danau Diatas dari Masjid Ummi Alahan Panjang.

Peta Lokasi Danau Diatas

Danau ini dinamakan Danau Diatas, karena letaknya berdekatan dengan Danau Dibawah. Karena letak ketinggian Danau Diatas lebih Tinggi dari Danau Dibawah maka Danau ini dinamakan Danau Diatas. Keduadanau ini sering dinamakan Danau Kembar. Disebut Danau Kembar juga karena luasnya hampir sama.  satu spot yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan kedua danau tersebut sekaligus adalah di Taman Panorama Danau Kembar, Danau Diatas Danau Dibawah.


Danau Diatas terletak di kabupaten Solok propinsi Sumatera Barat. Karena luasnya, maka Danau diatas meliputi dua kecamatan yaitu kecamatan Danau Kembar dan kecamatan Lembah Gumanti. Namun demikian spot terbaik dan mudah diakses berada di wilayah desa Alahan Panjang.



Salah satu Spot wisata Danau Diatas di Alahan panjang adalah di Masjid Ummi. Masjid Ummi ini letaknya persis di pinggir danau Diatas. Selain anda bisa istirahat atau shalat disini, Anda dapat juga menikmati keindahan dan seganya udara di Danau Diatas disini dengan gratis.



Di Masjid Ummi tersedia fasilitas parkir yang luas. Fasilitas Wudhu dan toilet juga tersedia. Di pinggir danau di bawah masjid terdapat taman untuk menikmati keindahan danau. Selain itu disini tersedia juga fasilitas cafe, kedai kopi dan minimarket.

Danau Diatas merupakan sebuah danau yang masuk kategori dangkal, titik terdalam danau ini hanya 44 meter. Danau Diatas terletak pada ketinggian 1525 m. Danau Diatas cukup besar, memiliki luas sekitar 17,2 km persegi. Panjang 6,25 km dan lebar 3,75 km. letaknya yang berada pada daerah ketinggian pegunungan, maka udara di sana cukup dingin. Sebaiknya anda siapkan baju hangat jika tidak tahan dingin.


Pemandangan danau diatas sangat indah. Terletak di ketinggian, berhawa sejuk dan dikelilingi pegunungan bukit barisan. Di sekitar danau Diatas juga terdapat beberapa hotel dan resort yang dapat digunakan jika anda ingin berlama-lama menikmati pemandangan di Danau Diatas. So tunggu apa lagi. Silahkan berkunjung ke Danau Diatas.




Thursday, 6 December 2018

PENAMPAKAN TUPAI-TUPAI DI POS 3 PENDAKIAN GUNUNG KERINCI

Pada pendakian kami ke Gunung Kerinci Agustus 2018 terdapat hal menarik yaitu penampakan beberapa ekor tupai yang mencari makan di POS 3.

berikut video penampakan mereka



Tuesday, 20 November 2018

GEMURUH SUARA MONYET DI PENDAKIAN GUNUNG KERINCI

Pada pendakian Gunung Kerinci Agustus 2018 kami dibayangi oleh gerombolan monyet di tengah perjalanan. Entah mengapa mereka mengiringi perjalanan kami. Selain itu mereka juga berteriak-teriak bersahutan sangat gaduh.

Berikut ini kegaduhan mereka yang kami rekam di Video.


 

Video Kegaduhan gerombolan monyet pada pendakian gunung Kerinci



Video Penampakan monyet besar di pendakian gunung Kerinci

Sunday, 18 November 2018

MENGGAPAI PUNCAK GUNUNG BERAPI TERTINGGI DI ASIA TENGGARA, GUNUNG KERINCI

Gunung Kerinci merupakan Gunung berapi tertinggi se Asia Tenggara. Gunung Kerinci juga merupakan gunung tertinggi di Indonesia, Setelah gunung-gunung di Papua.Gunung Kerinci juga Gunung tertinggi di pulau Sumatra. Tinggi gunung Kerinci adalah 3.805 m di atas permukaan laut.


Foto Gunung Kerinci dari depan Hotel Zahza

Gunung Kerinci letaknya di perbatasan 2 propinsi Yaitu Propinsi Sumatra Barat dan Propinsi Jambi. Jalur resmi pendakian ke Gunung Kerinci saat ini hanya satu yaitu melalui desa Kersik Tuo, kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci, propinsi Jambi.


Peta inter aktif Pendakian Gunung Kerinci

Rencana pendakian ke Gunung Kerinci telah kami siapkan beberapa bulan sebelum keberangkatan. Pada awalnya kami masih mempertimbangkan dua pilihan pendakian. Yaitu ke Gunung Kerinci atau Gunung Rinjani. Pilihan akhirnya jatuh ke Gunung Kerinci dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :
  • Tiket pesawat dari Jakarta ke Padang lebih murah dibandingkan ke Mataram.
  • Hasil Review dan Googling untuk Pendakian Gunung Rinjani, menurut kami relatif lebih komersil. Hal tersebut akan menyebabkan biaya penginapan, logistik, sewa kendaraan dan biaya porter juga lebih mahal.
  • Gunung Kerinci lebih Tinggi dari Gunung Rinjani.

Alhamdulillah pilihan ke Gunung Kerinci tepat, karena beberapa hari sebelum keberangkatan ke Gunung Kerinci, Lombok diguncang gempa dahsyat yang mengakibatkan pendakian Gunung Rinjani ditutup.

Foto di dalam pesawat Batik air menuju Padang 

Untuk pendakian ke Gunung Kerinci kami jadwalkan sebagai berikut :
hari pertama 
Jakarta - Padang dengan pesawat paling pagi selanjutnya perjalanan darat dilakukan dengan sewa kendaraan lepas kunci (sewa tanpa pengemudi)
Padang - Tamasya Danau di atas - menginap di Base camp/hotel Kersik Tuo 
Hari Kedua
Mulai pendakian dari base camp - hingga shelter 3 dan menginap di shelter 3
Hari ketiga
Shelter tiga - Puncak Kerinci - turun kembali dan menginap base camp/hotel
Hari Keempat
Hotel - trek ke Danau Gunung Tujuh Pulang Pergi - Menginap di Alahan Panjang 
Hari Kelima
Tamasya Keliling Sumatra Barat dengan destinasi dan rute Alahan Panjang - Tamasya Danau di Bawah - Tamasya Danau Singkarak - Solok - Makan Sate mak Syukur di Padang Panjang - Wisata ke Gua Jepang Bukit Tinggi - wisata ke Ngarai Sianok - wisata di Lembah Anai - Makan Es Durian Ganti Nan Lamo di Padang - kembali ke Jakarta dengan peswat terakhir.  


Perjalanan hari pertama dapat dilakukan sesuai jadwal. Kami tiba dan Take off dari Cengkareng Jakarta dengan pesawat Batik air pukul 05:50 dan tiba di Bandara Minangkabau Padang pukul 07:35. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan rental dengan sistim lepas kunci atau kami yang mengemudi sendiri.

foto danau di atas

Sekitar pukul 08:15 kami meninggalkan bandara Minangkabau dan tiba di Masjid UMMI Alahan Panjang sekitar pukur 11:00. Masjid ini letaknya persis di pinggir Danau di Atas. Kami berwisata sejenak menikmati hawa yang sejuk dan indahnya pemandangan danau di atas.


Setelah puas wisata di danau di atas kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Hotel Zahza Kayu Aro sekitar pukul 16:30. Setelah cek in, Shalat kami menuju Kersik Tuo untuk belanja keperluan logistik untuk pendakian esok hari dan makan malam. Kami juga mampir ke Homestay Paiman untuk konfirmasi Porter yang akan menemani pendakian kami dan memesan nasi bungkus untuk di bawa mendaki. Sebelumnya kami telah menghubungi Homestay Paiman untuk meminta bantuan dicarikan seorang Porter.
 

Home stay Paiman

Selesai urusan di Kersik Tuo kami kembali ke Hotel Zahza. Sekitar pukul 20:43 saat kami sedang paking carrier untuk persiapan esok hari, kami di SMS homestay Paiman yang mengabarkan bahwa Porter yang akan mengantarkan pendakian kami berhalangan karena harus ke luar kota, dan mereka juga tidak bisa menyiapkan bekal karena terlalu pagi.  Mereka memberikan nomer telepon untuk tenaga Porter. Namun nomer tersebut tidak dapat dihubungi.  Hal ini tentu saja membuat kami sempat shok. 

Foto Tugu Macan

Kami memutuskan untuk tetap melakukan pendakian dengan atau tanpa Porter. Pukul 21:30 kami dihubungi oleh Mas Pramono yang mengatakan bersedia menjadi Porter untuk pendakian kami esok hari dan berjanji bertemu di POS pendaftaran pendakian pukul 07:00. Kami minta pihak hotel zahza menyiapkan bekal nasi bungkus untuk kami bawa mendaki. Pihak hotel berjanji akan diusahakan, karena kendala seringnya mati listrik dan waktu pesanan yang terlalu pagi.


Foto Pos Pendaftaran Pendakian Gunung Kerinci

Pendakian Hari Pertama 11 Agustus 2018

Pagi hari kami sarapan di Hotel. Pihak hotel menyatakan pesanan nasi bungkus untuk bekal pendakian sudah disiapkan rumah makan sebelah hotel yang kebetulan sudah buka pagi-pagi. Sekitar pukul 07:25 kami meninggalkan hotel menuju Pos Pendaftaran Pendakian Gunung Kerinci. Di tengah perjalanan kami sempatkan dulu berfoto-foto di Tugu Macan Kersik Tuo. Kawasan Tugu Macan di kelilingi perkebnan teh Kayu Aro dengan Hawa sejuk dan dilatar belakang Puncak Gunung Kerinci.



Kami Tiba di Pos Pendaftaran Pendakian Gunung Kerinci Pukul 07:45. Mas Pramono belum ada di POS tersebut. Beberapa saat kemudian Mas Pramono dan tiga orang pendaki dari Medan tiba di POS dengan menggunakan kendaraan pickup. Kami melakukan pendaftaran dan repaking karena ada tambahan bawaan mas Pramono. setelah semua siap Saya, Randy, Hanny, Mas Pramono dan 3 orang pendaki dari Medan berangkat meninggalkan Pos sekitar pukul 08:05 dengan menggunakan kendaraan pickup. Terlambat satu jam dari target berangkat jam 07:00. Sedangkan istri saya kembali untuk menginap di hotel Zahza menunggu kami hingga turun kembali dari pendakian.


Ujung Aspal

Kami tiba di ujung Aspal dan melanjutkan pendakian dengan berjalan kaki mulai pukul 08:24. Kami merupakan rombongan pertama yang melakukan pendakian pagi itu. Beberapa saat kemudian rombongan dari Jakarta/bekasi tiba menggunakan sebuah minbus beranggotakan 12 orang. Beberapa diantaranya usianya terlihat lebih tua dari saya yang sudah setengah abad lebih hehehe. Beberapa diantara mereka tampak hanya membawa daypak saja. Infonya Logistik utama sudah dibawa porter terlebih dahulu.


Sebelum melakukan pendakian kami berdoa setelah itu saya memberikan sedikit briefing kepada Hanny dan Randy. Saya mengingatkan kepada mereka bahwa kawasan hutan Gunung Kerinci merupakan habitat Harimau Sumatra yang memiliki tubuh cukup besar dan sangat berbahaya. Saya ingatkan agar jarak antar saya Hanny dan Randy tidak terlalu jauh, cukup beberapa meter saja. Jadi jika ada kemunculan Harimau dapat saling menolong dan mengusir Harimau bersama-sama. Trekpole dapat digunakan sebagai senjata untuk mengusir harimau. Kami tiba di pintu Rimba pukul 08:33. Pintu rimba merupakan batas antara ladang warga dengan hutan. Jalan dari Ujung aspal ke Pintu rimba berupa jalan setapak yang disusun dari bebatuan. Sampai dengan pintu rimba jalan relatif tidak terlalu menanjak.


Jalur pintu Rimba ke POS I 

Meninggalkan pintu Rimba kami memasuki kawasan hutan yang sangat lebat. Namun demikian jalur pendakian terlihat jelas. Jalur pendakian sudah mulai menanjak namun tidak terlalu extrim dengan kemiringan seitar 10 - 30 derajat. Kami tiba di POS I atau POS Bangku Panjang sekitar pukul 08:57.

foto POS I

Kami melanjutkan perjalanan menuju POS II atau POS Batu Lumut. Sepanjang perjalanan dari POS I  ke POS II kami diiringi gerombolan monyet berwarna coklat. Entah mengapa mereka bersuara sangat berisik dan saling bersahut-sahutan. Kami tiba di POS II sekitar pukul 09:26

 

Foto Gerombolan monyat yang mengiringi

Kami lanjutkan perjalanan menuju POS III atau POS Panorama. Trek semakin berat dan menajak.


Foto POS II dan trek menuju POS III

Kami Tiba di POS III sekitar pukul 10:17, disini terdapat Saung yang dapat digunakan untuk istirahat dan berteduh.. Ada hal yang menarik di POS III ini yaitu adanya beberapa tupai yang mencari makanan di antara sampah yang di tinggalkan pendaki. SAMPAH !!! Yah benar sekali mulai dari pintu rimba dan tiap-tiap POS akan kita jumpai hal yang menyedihkan dan membuat Risih. Banyak sekali sampah bertebaran di tiap-tiap POS dan juga vandalisme berupa coretan-coretan pendaki di Papan informasi bebatuan dan lain-lain. Tolong jangan di tiru yah meninggalkan sampah dan melakukan corat-coret di sepanjang rute pendakian.


Tupai berkeliaran mencai makanan di antara sampah pendaki di POS III

Kami melanjutkan perjalanan menuju shelter I track semakin menanjak dan berat. Kondisi jalan yang besah bekas hujan kemarin membuat jalan semakin berat.


trak menuju Shelter I

Kami tiba di Shelter I sekitar pukul 12:35. Di Shelter Ini terdapat Saung yang dapat digunakan untuk istirahat dan berteduh. Kami Istirahat panjang di sini untuk makan siang dan shalat. Di sini kami banyak berjumpa dengan rombongan lain baik yang akan turun maupun yang akan naik. Salah satunya adalah denga beberapa turis asal Perancis.


Bersama pendaki dari Perancis di Shelter I

Selesai makan dan Shalat kami meninggalkan Shelter I menuju Shelter II sekitar pukul 13:15. Pada saat hendak berangkat hujan mulai turun. jadi kami kenakan Jas hujan bagian atas. Di tengah perjalanan hujan semakin lebat, jadi kami kenakan juga jas hujan bagian bawah. 


Hujan yang cukup lebat membuat medan pendakian jadi semakin berat karena licin dan becek. Shelter I ke Shelter II merupakan jarak terpanjang antar POS. Stamina yang sudah mulai terkuras membuat pendakian menjadi lambat. Di tengah perjalan hujan berhenti dan berganti menjadi angin kencang dan dingin. Kami tetap gunakan jas hujan untuk melindungi kami dari terpaan angin dingin dan juga agar pakaian kami tetap bersih dan kering. Stamina yang terkuras membuat kami mengantuk, sehingga kami putuskan untuk tidur beberapa saat di tengah jalan. Akhirnya kami tiba di Shelter II sekitar jam 17:00. Stamina yang sudah terkuras serta rasa kantuk yang menyerang membuat kami memutuskan untuk membuka tenda dan bermalam di Shelter II.


Foto Suasana Shelter II

Selesai makan dan Shalat kami segera tidur di dalam tenda. Mas Pramono tidur di Tenda lain. Pukul 3 dinihari terdengar kesibukan di tenda lain untuk persiapan summit attack. Sekitar jam 4 sebagian dari mereka berangkat. Kami sendiri karena kondisi angin kencang dan dingin menunda keberangkatan menanti agak siang sedikit. Setelah shalat subuh dan sarapan kami pun bersiap berangkat untuk summit atack. Namun kami tidak dapat menemukan mas Pramono. Info dari teman di tenda lain mengatakan ia sudah berangkat lebih dahulu. Akhirnya kami berangkat summit attack dari shelter II sekitar jam 06:30.


Foto Track menuju Shelter III yang Extreem

Track dari Shelter II menuju shelter III merupakan jalur terberat. Jalur sempit dengan kemiringan terkadang mendekati 90 derajat terkadang melalu sela-sela akar pepohonan. Mendekati shelter III hutan semakin terbuka dan pepohonan semakin kecil.Pemandangan ke bawah sudah terbuka. Dari sini Tampak keindahan Danau Gunung Tujuh di kejauhan.


Danau Gunung Tujuh dari track menuju shelter III

Kami tiba di shelter III sekitar pukul 08:23. Shelter III merupakan batas vegetasi. Dari Shelter III ke Puncak tidak ada lagi pohon besar. hanya bebatuan, kerikil dan semak kecil. Karena tempatnya terbuka maka terpaan angin kencang dan dingin semakin terasa. Jika ingin istirahat kami harus mencari tempat berlindung di balik bebatuan untuk menghindari terpaan angin kencang. Dari Shelter III pemandangan ke bawah dan ke puncak terlihat jelas.



Danau Gunung Tujuh tampak dari shelter III

Angin kencang terus menemani perjalanan kami dari Shelter III menuju Puncak Gunung Kerinci. Sebenarnya ada himbauan untuk turun dari puncak Gunung Kerinci sebelum pukul 09:30. Karena bahaya gas belerang yang keluar dari kawah. Namun kami terus memperhatikan arah angin dari Puncak Gunung Kerinci yang membawa asap gas belerang tersebut. Kami melihat asap gas belerang dari kawah/puncak tidak bergerak melewati jalur pendakian menuju puncak. Jadi kami putuskan tetap melanjutkan pendakian hingga Puncak.


Track menuju Puncak, tampak asap dari kawah bergerak menjauhi track

Kami Tiba di Puncak Gunung Kerinci Pukul 12:23. Kami merupakan rombongan yang terakhir tiba di puncak Gunung Kerinci hari itu. Dari bibir kawah terlihat banyak sekali Asap belerang yang keluar dari kawah dan menghalangi pemandangan ke dalam kawah. 


Kawah Gunung Kerinci dipenuhi asap belerang
Setelah puas menikmati pemandangan di Puncak Gunung Keinci kami turun kembali pukul 13:30. Selama perjalanan turun kami dilanda krisis karena kehabisan makanan. sedangkan air minum masih cukup. Dalam perjalanan turun menjelang shelter III kami kelelahan hingga kami putuskan tidur beberapa saat. Awan dan kabut serta angin kencang menemani perjalanan kami.

 


Menjelang tiba di shelter II kami berpapasan dengan rombongan pendaki dari medan yang saat mulai pendakian berbarengan dengan kami. Mereka sedang naik menuju shelter III. Hehehe ternyata ada rombongan pendaki yang lebih lambat dari kami. Mendekati shelter II kami berpapasan dengan Mas Pramono yang bermaksud mebyusul kami karena khawatir sudah sore kami belum kembali ke tenda. Ternyata mas Pramono tidak muncak dan tidur di tenda karna pusing katanya.


Akhirnya kami sampai kembali di tenda pukul 17:00. Mengingat saat itu kami kelaparan karena kehabisan bekal, maka kami harus masak dan makan terlebih dahulu. belum lagi waktu yang dibutuhkan untukbongkar tenda dan repaking. Juga kondisi kami sangat lelah saat itu maka kami putuskan untuk tetap menginap di shelter II. Jika kami memaksakan diri untuk turun hari ittu juga, maka perkiraan sampai Pintu Rimba sekitar tengah malam dan akan kesulitan mendapatkan transport ke Pos pendaftaran atau ke Kersik Tuo. Pengalaman kami saat pendakian ke Gunung Slamet dan turun sampai base camp sekitar pukul 20:30 adalah rasa lelah yang luar biasa saat tiba di base camp ditambah kaki dan jari lecet-lecet.

Keesokan paginya selesai shalat subuh dan sarapan kami berkemas untuk turun. Sekitar pukul 08:30 kami meninggalkan shelter II. Selama perjalan turun cuaca cerah dan relatif lancar tanpa hambatan. Menjelang Pos II kami menghubungi istri saya untuk minta jemput di pintu rimba. Kami tiba di Pintu Rimba sektar pukul 13:30. Kami melanjutkan perjalanan ke Pos Pendaftaran dengan kendaraan untuk lapor selesai pendakian

Selesai laporan kami melanjutkan perjalanan wisata keliling Sumatra Barat. Pendakian ke Danau Gunung Tujuh terpaksa kami batalkan karena pendakian ke Gunung Kerinci meleset dari target awal 2 hari menjadi 3 hari.

Ikuti cerita wisata keliling Sumatra Barat kami di Posting berikutnya.

Selamat melakukan pendakian


;nnpz','_tapgmz');