Monday, 14 July 2014

TAMAN MENTENG, JAKARTA PUSAT

ENGLISH/INDONESIAN
Taman Menteng terletak di apit oleh jalan Moch Yamin, jalan Kediri, jalan H.O.S Cokroaminoto, dan jalan Sidoarjo, kelurahan Menteng, kecamatan Menteng, Jakarta pusat 10310
Lihat Taman Menteng di peta yang lebih besar
Taman Menteng dibangun di atas lahan seluas sekitar 150 m x 175 m ini memiliki konsep sedikit berbeda dengan taman-taman kota lainnya. Selain mewadahi lebih dari 30 spesies tanaman hias, Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti arena bermain untuk anak, lapangan futsal dan 2 buah lapangan basket. Selain itu, 44 buah sumur resapan pun dibangun di area taman sebagai serapan air hujan.
Di Taman menteng juga terdapat area parkir 4 lantai. Air mancur dan arena skate board juga terdapat di Taman Menteng. Beberapa rumah kaca yang dapat digunakan sebagai arena pameran. Jogging track melengkapi fasilitas Taman Menteng
 
Menurut sejarahnya Taman Menteng sebelumnya adalah sebuah lapangan terbuka yang bersatu dengan Taman Suropati. Lapangan yang berlokasi di jalan HOS Cokroaminoto ini dahulunya bernama Viosveld. Pembangunan taman Menteng yang penuh kontroversi ini, perancangannya di sayembarakan, sebagai bukti keterlibatan masyarakat terhadap pembangunan taman-taman di Jakarta.

 

Taman Menteng kini menjadi salah satu ikon bagi warga Menteng, karena menjadi kolase di tengah-­tengah kawasan komersial yang tidak pernah sepi. Dua buah rumah kaca melengkapi Taman Menteng dengan peran taman Menteng sebagai taman kota yang bersifat publik. Perpaduan antara pola geometris dan organik baik pola perkerasan maupun pola hijaunya menjadikan taman Menteng sebagai taman modern yang berskala nasional.


Aneka jenis tanaman tropis di tanam di taman tersebut, serta berbagai fasilitas serta aksesoris taman, telah menjadikan peran taman Menteng selain sebagai taman kota juga berfungsi taman sosial dan kebun botani kota.


Taman yang diresmikan  Pemprov DKI Jakarta pada 28 April 2007 lalu ini selain untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta, pembangunan taman yang berlokasi di jalan raya HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat ini, juga ditujukan sebagai sarana publik yang bisa sedikit "menyegarkan" warga Jakarta.


Pembangunan taman memiliki berbagai manfaat, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun personal. Secara sosial, keberadaan taman kota sebagai tempat berkumpulnya masyarakat, akan mendorong warganya untuk saling terlibat satu sama lain. Dengan demikian akan tercipta sebuah lingkungan masyarakat yang harmonis. Dari sisi ekonomi, keberadaan taman akan meningkatkan nilai properti lingkungan sekitar, meningkatkan kesehatan tenaga kerja yang tinggal di sekitarnya, serta membuka berbagai peluang usaha.sebagai penikmat taman kota, keberadaan taman akan mendukung terciptanya gaya hidup sehat. Berbagai aktivitas yang dapat dilakukan di lingkungan taman, ternyata bisa mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh. Taman kota sebagai daerah resapan air tentunya juga memegang peranan penting dalam menjaga kualitas air dan udara serta melindungi kehidupan satwa.

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

nnpz','_tapgmz');