Sunday, 1 February 2015

DANAU TOLIRE, TERNATE, MALUKU UTARA

ENGLISH/INDONESIAN

Danau Tolire, Ternate terletak di jalan Lain tepatnya sekitar 14 km dari pusat kota Ternate, propinsi Maluku Utara. Terdapat dua danau Tolire yaitu Danau tolire Besar dan Danau Tolire kecil. Jarak antar ke duanya sekitar 200 meter namun jika melalui jalan sekitar 800 meter.
Peta lokasi Danau Tolire, Ternate 
Danau Tolire kecil letaknya dekat sekali dengan laut / pantai hanya ekitar 15 m dari bibir pantai. Sedangkan Danau Tolire Besar letaknya agak diperbukitan di kaki gunung Gamalama. 
Ada beberapa versi terbentuknya danau Tolire. Salah satu versi adalah danau tersebut terbentuk dari letusan besar tahun 1775 yang membuat tanah amblas dan terbentuk danau tolire. Versi lain adalah danau tersebut terbentuk  karena kutukan yang Maha Kuasa yang menenggelamkan desa karena seorang ayah menggauli anaknya setelah desa tersebut berpesta dan bermabuk-mabukan. Danau Tolire besar tempat desa tersebut berada sedangkan danau tolire kecil tempat anak wanita yang melarikan diri di tenggelamkan.
Terlepas dari legenda tersebut danau Tolire besar memiliki pemandangan yang sangat indah. danau berdiameter sekitar 530 m tersebut dikelilingi oleh tebing dengan ketinggian sekitar 30 hingga 100 m. Gunung gamalama berdiri gagah menjadi latar belakang Danau Tolire besar sehingga memmbuat pemandangan semakin indah. Air danau Tolire besar berwarna kehijauan. Di atas danau Tolire besar terlihar beberapa burung seperti burung elang terbang berputar-putar.
Penampakan buaya di danau Tolire besar

Banyak sekali mitos mengenai danau Tolire besar. Di antaranya adalah adanya buaya putih raksasa yang mendiami danau tersebut sehingga warga tidak berani mengambil ikan di danau tersebut. Mitos tersebut menyebutkan bahwa buaya putih raksasa tersebut jarang sekali terlihat dan barang siapa melihat buaya putih tersebut akan mendapat keberuntungan. Penulis sendiri mengunjungi danau Tolire besar dua hari berturut-turut dan kedua-duanya melihat penampakan buaya di danau tersebut. Namun bukan buaya putih raksasa seperti mitos, namun hanya buaya biasa berwarna ke hitaman.
Mitos lain adalah jika kita melempar batu dari atas tebing, maka batu tersebut tidak akan pernah sampai menyentuh air seolah-olah ada kekuatan yang menarik batu tersebut. Di dekat tebing ada yang menjual batu seharga Rp 2.000 untuk beberapa butir batu. Pengamatan penulis ada dua orang yang mencoba melempar batu. Lemparan orang pertama memang tidak terlihat menyentuh air, namun lemperan orang kedua meski tidak terlihat menyentuh air namun suara cipratan air terdengar jelas saat batu menyentuh permukaan air. Mungkin karena jaraknya yang terlalu jauh dan terhalang tebing hingga tidak terlihat batunya.
Fasilitas di Danau Tolire besar tersedia tempat parkir yang cukup luas. Selain itu terdapat pula kios-kios pedagang makanan dan suvenir. Fasilitas lain adalah Mushalah dan Toilet. Untuk masuk ke danau Tolire besar tidak dipungut biaya.
Danau Tolire kecil letaknya dekat sekali dengan bibir pantai dengan warna air kehijauan

berikut link video danau tolire

No comments:

Post a Comment