Tuesday, 20 September 2016

MASJID SULTAN SYARIF ABDURRAHMAN ALKADRIE, PONTIANAK

Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie terletak di jalan Kampung Masjid Dalam Bugis, Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243
Peta lokasi tempat wisata di Kalimantan Barat

Masjid Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di bangun bersamaan dengan Istana Kadriyah sekitar tahun 1778. Masjid ini merupakan masjid tertua di Pontianak dan masih berdiri dengan megah hingga sekarang. Nama masjid ini diberikan oleh Syarif Usman yang merupakan anak dari Sultan Syarif Abdurrahman yang meneruskan pembangunan masjid hingga selesai. Pemberian nama masjid ini bertujuan untuk mengenang jasa-jasa sang ayah. Masjid ini sering juga disebut masjid jami Pontianak.
 Lokasi masjid dapat dijangkau melalui jalur sungai dan jalur darat. Pengunjung yang memilih jalur sungai dapat mengaksesnya dengan menggunakan sampan atau speedboat dari Pelabuhan Senghie, sedangkan pengunjung yang menggunakan jalur darat dapat naik bus yang melewati jembatan Sungai Kapuas. Di kawasan Masjid Jami‘ Sultan Abdurrahman terdapat pramuwisata, pendopo tempat istirahat, dan toilet. Di sekitar kawasan tersebut juga terdapat restoran terapung, warung makan, kios wartel,  vouvher isi ulang pulsa, sentra oleh-oleh dan cenderamata, serta persewaan sampan dan speedboat untuk mengelilingi kawasan masjid.
 Masjid Sultan Syarif Abdurrahman memiliki arsitektur yang unik dimana terdapat 6 tiang besar yang terbuat dari kayu belian dengan ukuran diameter yang besar. Masjid yang mampu menampung sekitar 1500 jamaah ini juga memiliki letak yang berbeda dengan masjid-masjid pada umumnya. Pada sisi kiri pintu masuk masjid, terdapat pasar ikan tradisional. Sementara di bagian belakang masjid merupakan permukiman padat penduduk Kampung Beting, kelurahan Dalam Bugis. Pada bagian depan masjid, yang menghadap ke barat terbentang pemandangan Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.
 Ada hal unik yang penulis perhatikan, yaitu pada saat penulis berada di dermaga sungai kapuas dekat masjid terdapat satu dua orang yang berwudhu dengan air sungai, meskipun kondisi air sungai cukup keruh. Penulis sendiri berwudhu di tempat wudhu yang disediakan di area masjid dengan kualitas air yang jauh labih baik dari air sungai.
 Sore hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Masjid ini. Dari dermaga di dekat masjid dapat menikmati pemandangan sungai Kapuas. Menikmati hilir mudiknya perahu, sampan, speedboat di sungai dan menunggu sunset. Setelah itu dapat dilanjutkan shalat magrib berjamaah di masjid.







No comments:

Post a Comment

nnpz','_tapgmz');